Langsung ke konten utama

Perbedaan Bukanlah Penghalang

 

Perbedaan Bukanlah Penghalang 







 Tidak seperti biasa, hari Minggu ini sekolah terlihat ramai. Hari itu, semua siswa diminta datang ke sekolah untuk menghias kelas masing-masing. Hari Senin akan diadakan lomba menyambut hari kemerdekaan. Bapak kepala sekolah berpesan, tiap kelas harus terlihat unik dengan kreasi anak-anak. Udin dan teman-teman sekelasnya juga datang ke sekolah. Pembagian tugas membuat hiasan telah dilakukan Udin dan teman-teman di hari Jumat yang lalu. Menghias kelas merupakan tanggung jawab bersama.

        Pagi-pagi hampir semua siswa di kelas Udin sudah hadir. Hanya Edo dan Martha yang belum terlihat. Edo dan Martha sudah meminta izin pada teman-temannya untuk hadir terlambat. Mereka harus pergi ke Sekolah Minggu di gereja untuk melakukan ibadah pagi. Udin dan teman-teman lainnya tidak keberatan. Sebelum ke sekolah, Udin dan Siti mampir ke rumah Edo, lalu ke rumah Martha untuk mengambil bahan dan hiasan kelas yang telah disiapkan. Udin dan teman-teman memahami bahwa hari Minggu pagi merupakan waktu ibadah bagi Edo dan Martha yang beragama Katolik. Perbedaan waktu dan cara beribadah tidak menghalangi niat kerja sama mereka.

        Siang hari sekolah semakin ramai. Kelas-kelas sudah terlihat indah dan semarak dengan hiasan merah putih buatan siswa sekelas. Begitu pun kelas Udin. Edo dan Martha juga sudah terlihat di antara mereka. Selesai ibadah pagi di gereja Edo dan Martha menyusul datang ke sekolah. Senang sekali Udin dan teman-teman berbagi tugas. Ada yang menggunting kertas, ada yang naik ke atas meja untuk menggantung lampion kertas, ada juga yang menghias pintu dengan pita kertas merah putih. Lelah tidak terasa. Ketika tiba waktu sholat Zuhur, Udin, Siti, serta teman-teman lain yang beragama Islam menjalankan ibadahnya. Edo, Martha, Dayu serta beberapa teman lain yang tidak menjalankan ibadah sholat melanjutkan pekerjaan menghias kelas. Menjelang sore, pekerjaan sudah selesai. Kelas Udin sudah terlihat semarak. Walaupun berbeda-beda, bekerja sama selalu menyenangkan. Perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama.  

Sumber: Buku BSE Kelas 4 Tema 1 Halaman 110-111
 
Kunjungi link video pembelajaran berikut untuk memahami penjelasan tentang cara meringkas!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat dan Perambatan Bunyi

Sifat dan Perambatan Bunyi  Bunyi dihasilkan dari benda-benda yang bergetar. Misalnya peluit yang kita tiup, gendang yang kita pukul, atau gitar yang kita petik akan menghasilkan getaran pada benda tersebut yang sampai ke telinga kita menjadi bunyi. Gelombang bunyi tersebut dapat merambat melalui media padat, cair, atau gas.         Bunyi berasal dari sumber bunyi. Sumber bunyi merupakan semua benda yang dapat menghasilkan bunyi. Beberapa contoh sumber bunyi misalnya ada alat musik yang dimainkan, suara radio yang dinyalakan, suara televisi yang dinyalakan, suara petir, dan suara kereta api yang berjalan.         Ada beberapa sifat bunyi.  Pertama ,  bunyi memerlukan media atau medium untuk merambat . Karena membutuhkan medium untuk merambat, bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa.  Kedua ,  bunyi dapat diserap dan dipantulkan . Pantulan bunyi terjadi jika bunyi mengenai suatu penghalang, sehingga menimbulkan gema maupun...

Pawai Budaya

  PAWAI BUDAYA Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti. Terdengar suara gendang yang menandakan rombongan pawai semakin dekat. Di barisan pawai terdepan terlihat rombongan dari Maluku. Rombongan laki-laki mengenakan kemeja putih, jas merah, dan topi tinggi dengan hiasan keemasan. Rombongan perempuan mengenakan baju Cele. Baju ini terdiri dari atasan putih berlengan panjang serta rok lebar merah. Langkah mereka diiringi oleh suara Tifa, alat musik dari Maluku. Bunyinya  seperti gendang, namun bentuknya lebih ramping dan panjang. Budaya Maluku sangat unik dan menarik.   Budaya Bali terkenal karena bunyi musiknya yang berbeda. Rombongan dari Bali membunyikan alat musik daerahnya, Ceng-Ceng namanya. Alat ini berbentuk seperti ...

Sumber Energi Alternatif

  Sumber energi alternatif merupakan sumber energi yang bukan sumber energi tradisional. Sumber energi tradisional adalah bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam. Sumber energi alternatif yang dikembangkan saat ini memanfaatkan sumber energi yang tersedia di alam dan tidak akan habis, yaitu matahari, angin, air, dan panas bumi. 1. Matahari Matahari merupakan sumber energi utama di bumi. Hampir semua energi yang berada di bumi berasal dari matahari. Energi panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk memanaskan ruangan, memanaskan air, dan keperluan lain. 2. Angin Angin adalah gerakan udara di permukaan bumi yang terjadi karena tekanan udara. Angin telah dimanfaatkan sejak dulu sebagai sumber energi pada perahu layar dan kincir angin tradisional. 3. Air Air yang deras merupakan sumber energi gerak. Energi itu biasa dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Oleh karena itu, di PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dibuat bendungan air di tempat yang tinggi. Air ...