Langsung ke konten utama

Sifat dan Perambatan Bunyi



Sifat dan Perambatan Bunyi


 Bunyi dihasilkan dari benda-benda yang bergetar. Misalnya peluit yang kita tiup, gendang yang kita pukul, atau gitar yang kita petik akan menghasilkan getaran pada benda tersebut yang sampai ke telinga kita menjadi bunyi. Gelombang bunyi tersebut dapat merambat melalui media padat, cair, atau gas.


        Bunyi berasal dari sumber bunyi. Sumber bunyi merupakan semua benda yang dapat menghasilkan bunyi. Beberapa contoh sumber bunyi misalnya ada alat musik yang dimainkan, suara radio yang dinyalakan, suara televisi yang dinyalakan, suara petir, dan suara kereta api yang berjalan.


        Ada beberapa sifat bunyi. Pertama, bunyi memerlukan media atau medium untuk merambat. Karena membutuhkan medium untuk merambat, bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa. Kedua, bunyi dapat diserap dan dipantulkan. Pantulan bunyi terjadi jika bunyi mengenai suatu penghalang, sehingga menimbulkan gema maupun gaung. Ketiga, bunyi dapat dibiaskan. Misalnya, suara petir di malam hari terdengar lebih keras dibandingkan siang hari, karena suhu udara siang hari lebih panas dan kerapatan udara di siang hari lebih renggang. Sehingga, suara petir di malam hari lebih keras.


        Bunyi dapat merambat melalui tiga media atau medium, yaitu zat padat, zat cair, dan zat gas. Perambatan bunyi melalui zat padat misalnya suara yang terdengar saat kita memainkan telepon gelas dan benang. Perambatan bunyi melalui zat cair misalnya ketika mendengarkan bunyi melalui corong yang ujungnya dimasukkan ke ember berisi air, kemudian embernya dipukul menggunakan batu. perambatan bunyi melalui zat gas misalnya kita bisa mendengar suara teman yang memanggil kita dan juga bunyi lonceng yang dipukul terdengar di lingkungan sekitarnya. 

Komentar

  1. Setelah membaca saya jadi tau perbedaannya dan saya jadi lebih semangat makasih👍😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawai Budaya

  PAWAI BUDAYA Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Udin dan teman-teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti. Terdengar suara gendang yang menandakan rombongan pawai semakin dekat. Di barisan pawai terdepan terlihat rombongan dari Maluku. Rombongan laki-laki mengenakan kemeja putih, jas merah, dan topi tinggi dengan hiasan keemasan. Rombongan perempuan mengenakan baju Cele. Baju ini terdiri dari atasan putih berlengan panjang serta rok lebar merah. Langkah mereka diiringi oleh suara Tifa, alat musik dari Maluku. Bunyinya  seperti gendang, namun bentuknya lebih ramping dan panjang. Budaya Maluku sangat unik dan menarik.   Budaya Bali terkenal karena bunyi musiknya yang berbeda. Rombongan dari Bali membunyikan alat musik daerahnya, Ceng-Ceng namanya. Alat ini berbentuk seperti ...

Sumber Energi Alternatif

  Sumber energi alternatif merupakan sumber energi yang bukan sumber energi tradisional. Sumber energi tradisional adalah bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam. Sumber energi alternatif yang dikembangkan saat ini memanfaatkan sumber energi yang tersedia di alam dan tidak akan habis, yaitu matahari, angin, air, dan panas bumi. 1. Matahari Matahari merupakan sumber energi utama di bumi. Hampir semua energi yang berada di bumi berasal dari matahari. Energi panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk memanaskan ruangan, memanaskan air, dan keperluan lain. 2. Angin Angin adalah gerakan udara di permukaan bumi yang terjadi karena tekanan udara. Angin telah dimanfaatkan sejak dulu sebagai sumber energi pada perahu layar dan kincir angin tradisional. 3. Air Air yang deras merupakan sumber energi gerak. Energi itu biasa dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Oleh karena itu, di PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dibuat bendungan air di tempat yang tinggi. Air ...